Friday, April 13, 2012

Agenda Festival Jurnalisme Warga 2012

SEBUAH festival unik kolaborasi berbagai komunitas akan digelar di Museum Nasional, Jakarta, 14-15 April 2012. Festival Jurnalisme Warga "Kencangkan Suaramu - Raise Your Voice" ini diselenggarakan oleh Tempo Institute bekerjasama dengan Koperasi Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (KOJI), Serrum Community, berbagai komunitas, serta didukung oleh Kantor Bank Dunia dan AusAid.
 
Berdasarkan keterangan siaran pers TEMPO Institute, festival ini berangkat dari pemikiran bahwa dunia yang uzur ini menuntut partisipasi dan interaksi warganya. Media konvensional tak lagi cukup. Televisi, radio, majalah, dan koran memiliki keterbatasan dan cenderung merekam peristiwa puncak seperti skandal korupsi, gonjang-ganjing politik, atau pernikahan selebritas. Denyut keseharian kerap luput dari sorotan media. "Pada titik inilah kita semua bisa mengambil peran melalui jurnalisme warga," kata Mardiyah Chamim, Direktur Tempo Institute, sayap non profit grup penerbitan TEMPO.

Friday, February 24, 2012

Dengan Corong, Humas Bagi-bagi Amplop

PAGI itu, berlangsunglah acara yang diselenggarakan perkumpulan ibu-ibu PKK di lapangan kantor pemerintah daerah. Acara ini diketuai oleh istri kepala daerah yang juga menjabat ketua PKK setempat. Rupanya, kegiatan ini menarik perhatian sebagian wartawan yang liputan di daerah itu. Cukup banyak juga jurnalis yang datang.

Singkat cerita. Lagi-lagi soal satu ini, dech. xixixiix. Apa itu? selesaikan dulu membacanya. Jadi, selesai acara, si pejabat humas langsung membagi-bagikan amplop kepada para wartawan di tengah lapangan itu juga. Tentu saja ini menjadi acara paling meriah di antara kemeriahan.

Thursday, February 23, 2012

Era New Media, Tantangan Media Online

MEDIA baru di Indonesia berkembang pesat. Dalam lima tahun terakhir, pengakses internet terus melonjak seiring dengan ketersediaan infrastruktur yang makin meluas, terjangkau, dan murah. Pada tahun 2011, jumlah pengguna internet di Tanah Air telah mencapai 55,23 juta, meningkat dari 42,16 juta orang di tahun 2010. Itu artinya, seperempat penduduk Nusantara sudah kenal internet.

Berdasarkan studi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia yang dirilis akhir Februari 2012, menunjukkan orang Indonesia termasuk teraktif berkomunikasi di internet: berada di urutan kedua dunia dalam facebook (40,5 juta akun) dan urutan ketiga “tercerewet” di twitter (12 persen). Dari survei Inside Facebook yang dilakukan eMarketer.com, pernah pada suatu ketika, jumlah pengguna Facebook di Indonesia naik 1.431.160 akun dalam sebulan.

Wednesday, February 22, 2012

Konferensi Tahunan “Media Online: Antara Pembaca, Laba, dan Etika”

ARTIKEL berikut ini bersumber dari term of reference yang saya terima dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia yang kini tengah menyelenggarakan Konferensi Tahunan Media Online dengan tema “Media Online: Antara Pembaca, Laba, dan Etika di Ruang Sasono Mulyo 2  Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman Kav 18 -20, Jakarta, Kamis, 23 Februari 2012, jam 09.00 – 15.00 WIB. Rasanya sangat menarik untuk saya tampilkan di sini supaya teman-teman yang tertarik pada perkembangan media online jadi tahu.

Media baru di Indonesia berkembang pesat. Dalam lima tahun terakhir, pengakses internet terus melonjak seiring dengan ketersediaan infrastruktur yang makin meluas, terjangkau, dan murah.  Pada tahun 2011, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 55,23 juta, meningkat dari 42,16 juta orang di tahun 2010. Itu artinya, seperempat penduduk Indonesia sudah kenal internet.

Undangan Diskusi Media Online: Antara Pembaca, Laba, dan Etika

Ilustrasi / matanews.com
BAKAL seru nih. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyelenggarakan Konferensi Tahunan Media Online dengan tema “Media Online: Antara Pembaca, Laba, dan Etika.” Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 23 Februari 2012, jam 09.00 – 15.00 WIB, di Ruang Sasono Mulyo 2  Hotel Le Meridien Jalan Jenderal Sudirman Kav 18 -20, Jakarta.

Menurut siaran pers AJI, konferensi ini diadakan dengan tujuan membuat kajian industri media online di Indonesia, terkait bisnis, pasar pembaca, dan muatan jurnalismenya. Melalui Konferensi akan muncul sebuah forum bagi kalangan jurnalis dan media online untuk berbagi pengetahuan, membangun strategi dan konsolidasi di antara praktisi media online, investor, pemerintah, dan masyarakat, termasuk membangun mekanisme kontrol bersama dalam penegakan Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang telah ditetapkan Dewan Pers.